DUEL STREETFIGHTER 150 CC


Meski salah satu dari dua varian sport ini belum resmi mengaspal di Tanah Air, tapi tidak ada salahnya melirik keunggulan masing-masing tipe. Yup, Honda New MegaPro yang sudah bisa lebih dulu ditimang biker Indonesia, bakal bertemu pesaingnya Yamaha Byson yang rencananya bakal dilaunching akhir September atau awal Oktober ini.

Secara keseluruhan fitur dan teknologi yang diusung keduanya bisa membuat bingung sobat biker yang mengimpikan pacuan sport 150 cc. Misalnya, dari sisi engine. Meski New MegaPro dan Byson masuk di kategori sport 150 cc, tapi keduanya punya perbedaan di soal mesin.

Belum lagi, fitur yang diusung. Salah satunya monosok! Yup, Byson dan New MegaPro sama mengusung peredam kejut tunggal buat di lini belakang. Seperti yang sobat biker dambakan selama ini. Tapi sesungguhnya, sok yang diaplikasi juga punya model berbeda. Biar lebih seru, yuk lihat apa aja kelebihan masing-masing varian!

Are you ready?

SOK DEPAN

Untuk mendukung konsep yang dituangkan ke pacuan, YMKI menyandingkan sok berdiameter besar sebagai peredam kejut depan. Meski masih mengusung tipe sok teleskopik, tapi dengan diameter sok yang 43 mm tentu bisa bikin tampilan Byson jadi lebih gagah. Ini sesuai dengan konsep macho yang diusung si Byson.

Berbeda dengan New MegaPro lho. Pacuan terbaru PT Astra Honda Motor (AHM) ini, memiliki diameter sok lebih kecil ketimbang pesaingnya. Malah, part peredam kejut di bagian haluan itu terasa hilang di antara besarnya cover lampu depan yang modern dan shroud alias cover pemanis tangki. Begitunya diameter sok yang kecil tak membuat handling berubah, tetap mantap bermanuver.

MESIN

Meski Byson dan New MegaPro masuk dalam kategori sport 150 cc, tapi sesungguhnya keduanya punya perbedaan isi silinder. New MegaPro dengan kombinasi piston 57,3 mm x stroke 57,8 mm, membuat varian ini bermain di angka 149,2 cc. Sedang Byson dengan bore 58 mm x stroke 57,9 mm bikin isi silinder jadi 153 cc.

Begitunya dari data yang didapat, keduanya punya tenaga yang tidak jauh beda. New MegaPro punya power 13,7 PS/ 8.500 rpm dan torsi 1,31 kgf.m/ 6.500 rpm. Sedang Byson, 13,73 hp/ 7.500 rpm dan torsi 13,6 N.m/ 6.000 rpm. Besarnya power keduanya juga didukung peran roller rocker arm sebagi pelatuk klep sehingga mampu minimkan gesekan anatar kem dan pelatuk klep.

COVER TANGKI

Baik Byson atau New MegaPro, mengusung desain tangki ciamik yang mampu mendukung konsep sebagai varian streetfighter. Terlebih, di tangki itu juga dipasang semacam shroud atau kondom alias cover pemanis tangki yang bisa dengan mudah di lepas-pasang. Ini sekaligus memperkuat image streefighter yang diusung.

Jika di New MegaPro shroud dibuat menyatu panjangnya hingga ke bagian blok mesin, di Byson peranti itu dibuat terpisah. Yap! Dari tangki tersedia cover sendiri, kemudian disambung cover lagi mulai dari sisi kepala silinder hingga blok mesin bawah.

Oh ya! Untuk kapasitas tangki, keduanya punya kemiripan volume untuk menampung konsumsi BBM. Yaitu, 12 liter.

REM

Kencangnya laju pacuan bisa percuma tanpa didukung peranti ciet alias rem mumpuni. Masing-masing sport pabrikan Negeri Matahari Terbit ini punya keunggulan. Byson, misalnya! Untuk menghentikan dapur pacunya, memiliki piringan cakram yang lebih besar di bagian depan ketimbang New MegaPro.

Diameter cakram Byson yang 267 mm itu dilengkapi dengan kaliper dua piston buat menghentikan laju. Eits, tapi sabar! Buat yang memuja varian New MegaPro, ada kelebihan yang diusung kok. Yaitu, rem disc untuk roda belakang yang tidak dimiliki Byson. Yup, untuk membuat laju roda belakang berhenti, sport 150 cc dari Yamaha itu masih aplikasi model teromol. Sedang New MegaPro lebih pakem dengan model cakram.

KNALPOT

Saluran buang di Yamaha Byson, mendukung konsep tampilan motor yang futuristik juga terkesan macho. Ini membuatnya berbeda dari kompetitor yang lebih muncul duluan lho. Ya, Honda New MegaPro. Pihak PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) menyebut knalpot ini sebagai Mid Ship Muffler.

Menurut pihak YMKI sendiri, model knalpot seperti ini mengambil konsep dari pacuan Yamaha di Eropa. Yup! Kalau Em-Plus lihat, konsep knalpot ini seperti yang diusung Yamaha FZ1.

Dengan berat 5 kg, bobot distribusi knalpot yang memiliki tabung ini dipusatkan di bagian tengah. Tepatnya di posisi rider duduk. Sehingga, tidak membuat handling berubah banyak saat dipacu di tikungan. Konsep ini bertolak belakang dengan New MegaPro yang aplikasi muffler dengan model satu tabung yang memanjang hingga ke belakang.

BAN LEBAR

Sepertinya ini jadi salah satu nilai jual buat Byson. Karena sport yang aplikasi rangka double cradle ini didukung ban depan 100/80-17 dan belakang 120/70-17. Karet bundar ini membuat Byson tampil lebih gagah.

Selain lebih gagah dan macho, dengan aplikasi ban lebar ini, menikung pun jadi lebih percaya diri. Terlebih, ketika melahap tikungan demi tikungan. Dengan kecepatan tinggi, tapak lebar ban mampu mengambil peran yang sempurna.

Sedang New MegaPro, mengusung lingkar roda 80/100-17 buat ban depan dan 100/80-17 untuk roda belakang. Tapi lagi-lagi, menikung dengan ban itu di New MegaPro pun tidak masalah lho. Kan buat menikung, masih didukung dengan adjustable monosok canggih. He..he..he…

MONOSOK

Kedua motor batangan alias sport ini sudah mengaplikasi peredam kejut model single alias mono buat sok belakang. Lazimnya, disebut monosok. Tapi, keduanya memiliki kata berbeda untuk penyebutannya. Misalnya, jika Honda tetap dengan monosok, maka Yamaha menyebutnya dengan monocross.

Begitunya untuk desain monosok yang diberikan New MegaPro. Yup! Meski sok Byson bisa diadjust hingga 5 tingkat kekerasan, tapi sok New MegaPro dilengkapi dengan dua mekanisme pegas yang bisa disetel lembut-kerasnya. Akhirnya, pegas bagian atas akan menyesuaikan dengan pegas di bawah. Apalagi, kedua per itu dibedakan dengan warna. So, terlihat lebih sporty tuh!

Namun sistem monocross Byson lebih advance menggunakan link.

SPIDOMETER

Bicara soal panel spidometer, kedua motor laki ini sudah menjunjung tinggi teknologi! Yup! Baik New MegaPro atau Byson sudah mengaplikasi teknologi digital. Tapi untuk New MegaPro, pabrikan berlogo sayap tunggal ini memadukan konsep analog dengan digital. Analog alias jarum untuk takometer, digital untuk indikator kecepatan dan fitur lainnya. Sedang di Byson, semuanya sudah menggunakan digital.

Bicara soal kelengkapan fitur spidometer sendiri, rasanya New MegaPro lebih lengkap. Karena di motor sport yang dibanderol Rp 19,5 juta ini juga dilengkapi indikator jam. Gitu juga soal warna. Dengan layar LCD biru, pengendara dipastikan jadi lebih mudah membacanya.

Sumber: motorplusonline.com

Posted on 24 September 2010, in ADU FITUR, HOME, HONDA, YAMAHA. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: