HONDA BLADE 110R 2010 (JAKARTA)


Dalam jagad modifikasi, pemasangan pelek superlebar di bebek langsing seperti Honda Blade ini bisa dikatakan suata hal yang tak biasa. Dengan alasan tampil x-treme, Johanes Hanafi pede menjejalkan pelek cabutan dari Suzuki Hayabusa. Wow!

“Alasannya simpel, ingin tampilan x-treme, tapi hanya di sektor kaki. Biar orang pada tercengang,” kata Johanes.6148honda-blade-yudi-2.jpg

Memang kalau diperhatikan bodinya tidak banyak ubahan, fokus jelas ada di roda. Ukuran pelek Hayabusa memang tergolong superlebar. Untuk depan ukurannya 2,5×17 inci dan belakang 6×17 inci. Hal yang wajar tentunya untuk sebuah moge berkapasitas 1.300 cc. Tapi bagaimana caranya bisa masuk di bebek yang hanya 110 cc saja?

“Langkah pertama tentunya cari lengan ayun yang bisa dijejali pelek lebar 6 inci tadi,” ungkap pria berkacamata ini. Johanes tidak mau menggunakan arm Hayabusa juga karena nanti akan terlihat sangat besar, daan bisa-bisa malah jadi berkesan kedodoran.

Karena itu dia akhirnya menggunakan arm variasi untuk Ninja 250R. “Aslinya buat Ninja yang ingin pakai pelek lebar 6 inci juga. Ukurannya masih cocok dengan bodi bebek lah,” yakin pemilik workshop X-16 di Pasar Mobil, Kemayoran, Jakarta Pusat ini.

Tapi, tentu saja tidak bisa langsung pasang. “Masalahnya dimensi arm yang terlalu panjang sehingga jika mempertahankan posisi dudukan standar justru akan jadi terlihat aneh,” beber pria bertubuh subur ini.

Karena itu solusinya adalah menggeser dudukan arm di bagian depan. Sebab tentunya tidak mungkin memotong lengan yang kepanjangan tadi. “Dibuatkan dudukan baru dari besi padat, sehingga bagian depan saat ini nempel dengan mesin,” tambahnya. Desain atau bentuk dudukan baru ini mengikuti bentuk aslinya.

Setelah arm terpasang, tidak ada lagi kendala di belakang. Sementara untuk bagian depan karena pelek sekarang juga jauh lebih lebar dibandingkan standarnya, maka harus dibuatkan segitiga baru. Bahannnya dari besi dengan ketebalan 15 mm. Dibikin lebar agar pelek bisa masuk.

BUNTUT MOTOGP

Karena secara tema tampilan ini mengacu pada racing style, maka Johanes membuat desain bodi yang merujuk pada motor MotoGP. “Tapi, gak murni juga sih, disesuaikan saja,” ungkapnya.

Karena desain seperti itu, maka ada proses ubahan juga untuk rangka belakang. “Dipotong sekitar 10 cm supaya dapat bentuk yang bagus,” lanjut pria yang tengah belajar modifikasi H-D ini.

Untuk pembuatan bodi belakang ini sendiri menggunakan bahan fiber. Biar identitas Blade masih terlihat, maka logo Blade 110 masih dibiarkan menempel dengan jelasnya di buntut ini.

Karena adanya pemotongan rangka tadi, langkah itu juga memaksa adanya perubahan pada tangki bensin. Sementara masih tetap menggunakan material asli. Jadi, ya hanya diperkecil. “Kapasitas sekarang hanya untuk 2 liter bahan bakar ,” sebut pria ramah ini.

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Bridgestone 120/60-17
Ban belakang : Bridgestone 200/55-17
Sok depan : LHK
Sok belakang : Jupiter MX 135LC
Kaliper : Kitaco 4 piston
Knalpot : Replika CBR1000
X-16 : (021) 65861510

Sumber:www.motorplus-online.com

Posted on 19 November 2010, in HOME, HONDA, MODIFIKASI. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: